Rabu, 12 Juni 2013

Contoh laporan tugas besar basis data tentang relasi antar tabel

BAB I
PEMBUKAAN

PENDAHULUAN
Dalam perkembangannya sudah tidak dapat dipungkiri bahwa betapa pentingnya basis data dalam sebuah sistem. Untuk membuat sebuah sistem yang kokoh dan terintegrasi dengan baik dipastikan akan basis data yang baik pula. Sehingga jika terdapat kesalahan dalam pembentukan basis data maka sistem yang dibuat akan mengalami masalah bahkan tidak akan berjalan sama sekali.
Basis data merupakan sebuah kumpulan wadah penyimpanan data yang didalam sudah termasuk relasi antar tabel yang disusun menurut aturan yang telah ditetapkan sebelumnya. Makalah ini menjelaskan bagaimana basis data tersebut dibentuk dan memaparkan beberapa fungsi dari basis data yang telah terbentuk. Dalam pengimplementasiannya basis data menggunakan 2 macam kardinalitas, yaitu banyak ke banyak, banyak ke satu. Terdapat satu agregasi yang menghubungkan relasi “membeli” antara ‘customer’ dan ‘barang’ dengan relasi “Direkap” dari ‘Rekap_penjualan’.
Dari basis data yang telah dibuat diharapkan dapat membentuk sistem yang terintegrasi dengan baik sehingga dapat diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

LATAR BELAKANG MASALAH
Elektronik  merupakan salah satu bidang yang dinamis selalu berkembang setiap zamannya. Dapat dilihat dari semakin meluasnya industri elektronik dalam sebuah masyarakat luas. Tapi semakin bertambahnya minat tersebut tidak dibarengi dengan sistem basis data yang ada. Sistem basis data sekarang ini hanya menangani berbagai produk-produk dengan produksi dalam jumlah massal sehingga elektronik dapat perhatian lebih dalam pengelolaannya.
Melihat semakin bertambahnya minat mayoritas masyarakat terhadap elektronik. Dan penanganan basis data yang kurang baik, maka kami memilih untuk membuat sendiri sistem basis data untuk sebuah toko elektronik, sehingga tidak lagi terabaikan bidang yang sedang berkembang pesat tersebut.

RUMUSAN MASALAH
          Melihat beberapa hal yang melatarbelakangi keadaan elektronik yang semakin diminati maka, kami mengambil beberapa masalah yang didasari kepada :
1.    Kurangnya penanganan dalam pengimplementasian sistem basis data yang telah ada.
2.    Tidak adanya sistem yang bisa secara cepat dan effisien mengatasi permasalahan sistem basis data secara menyeluruh.

BATASAN MASALAH
          Karena terdapat banyak jenis elektronik, Maka dari itu kami hanya membataskan pekerjaan kami hanya memantau jenis – jenis elektronik yang sedang famous ( popular ) pada saat ini.

TUJUAN
        Penulisan makalah ini dilakukan dalam mencapai tugas yang telah diberikan sesuai dengan ketentuan dan syarat-syarat yang diajukan oleh dosen pembimbing. Dalam pengerjaannya makalah ini telah menerapkan prinsip-prinsip standar dalam pembuatan makalah. Tujuan keseluruhan dari pembuatan tugas ini adalah :
1.    Menambah pengetahuan dalam penanganan sistem basis data untuk sebuah toko elektronik
2.    Menerapkan sistem basis data dalam mengatasi permasalahan yang ada dalam toko elektronik.
3.    Memberikan solusi yang tepat, efektif dan effisien untuk permasalahan pengimplementasian basis data dalam toko elektronik. 

 BAB II
PEMBAHASAN

ER Model




          Entity Relationship Model : suatu cara dalam mendefinisikan dan mendeskripsikan sebuah basis data secara abstrak/kasar. Dalam menampilkan sebuah diagram ER diperlukan penempatan yang tepat dan pemilihan atribut yang tepat untuk mengisi setiap entitasnya.

Add caption
Pada diagram ER diatas tercatat ada 7 entitas. Dimana setiap entitas mempunyai keterhubungan tersendiri dengan entitas lain. Untuk entitas customer memiliki relation dengan entitas barang, dengan hubungan many to many. Jadi, dapat diartikan bahwa banyak customer membeli banyak barang dan banyak barang dibeli banyak customer. Kemudian dari keterhubungan ini membentuk agregasi dimana nantinya akan menjadi keterhubungan dengan entitas Rekap_Penjualan. Rekap penjualan ini tidak akan ada jika sebelumnya blum ada transaksi membeli. Relasi antar rekap_penjualan dan agregasi dari transaksi membeli yaitu many to one, dapat diartikan bahwa, satu rekap_penjualan mempunyai banyak transaksi membeli , tetapi satu transaksi membeli hanya mempunyai satu rekap_Penjualan. Kemudian rekap penjualan berhubungan dengan entitas pegawai dengan relasinya  many to one, banyak petugas merekap rekap_penjualan tetapi, satu rekap penjualan hanya direkap oleh satu petugas. Untuk entitas lain seperti supplier dan barang juga mempunyai relasi many to many, yang berarti banyak barang di supplai oleh supplier, dan banyak supplier menyuplai banyak barang. Kemudian barang mempunyai keterhubungan dengan kategori dengan relasinya many to one, yaitu satu kategori mempunyai banyak barang tetapi, satu barang hanya mempunyai satu kategori. Dan yang terakhir adalah keterhubungan entitas Kategori dengan Lokasi, kedua entitas ini memiliki relasi one to one, di mana satu kategori mempunyai satu lokasi dan sebaliknya, tetapi kami mengasumsi bahwa tabel kategori yang lebih kuat dibanding dengan table lokasi.

Oracle
          Oracle Database merupakan sistem manajemen basis data berlandaskan relasional antar objek yang diproduksi dan dipasarkan oleh Oracle corp. Dibuat dengan menggunakan tiga bahasa, yaitu assembly, C dan C++ language dan tersedia dengan berbagai bahasa. Sistem basis data oracle terdefinisi secara terstruktur oleh SID (alphanumeric systemidentifier) yang terdiri dari paling tidak satu instance dalam sebuah aplikasi bersama dengan tempat penyimpanan data.
            Oracle menelusuri penyimpanan data komputer dibantu dengan informasi yang terekam dalam tablespace system. Tablespace system berisi kamus data, index dan kluster-kluster. Kamus data tersusun atas tabel-tabel unik yang menyampaikan informasi yang
tersimpan dalam semua objek yang ada di dalam data base.



ER Table 

Tabel ER disesuaikan dengan diagram ER yang telah dibuat sebelumnya, mulai dari tabel ‘customer’ dengan PK “id_customer” yang berelasi satu kebanyak dengan tabel ‘membeli’ yang memiliki PK “id_membeli”. Tabel ‘membeli’ juga berelasi dengan tabel ‘barang’ dan tabel ‘RekapPenjualan’ untuk hubungan banyak ke satu, tabel ‘barang’ juga memiliki relasi satu ke banyak dengan tabel ‘menyediakan’ dan tabel ‘kategori’. Dengan hubungan banyak ke satu tabel ‘menyediakan’ berelasi dengan tabel ‘suplier’, dan juga tabel ‘kategori’ berelasi banyak ke satu dengan tabel ‘lokasi’.

Uji Tabel          
Sebelum menguji tabel kita harus tahu konsep tabel, yaitu sebagai berikut.
Tabel merupakan blok dasar yang paling umum digunakan dalam sistem basis data, atau disebut juga
dengan relasi. Komponen tabel terdiri dari beberapa kolom yang ditandai dengan jenis atribut.
Perpotongan antara baris dan kolom disebut nilai atribut. Tujuan penggunaan tabel adalah untuk
menyederhanakan logika pandangan terhadap data. Beberapa kententuan-ketentuan dalam
penyusunan sebuah tabel adalah sebagai berikut [Waliyanto2000]:
a. Urutan baris diabaikan, sehingga pertukaran baris tidak berpengaruh pada isi informasi tabel.
b. Urutan kolom diabaikan serta identifikasi kolom dibedakan dengan jenis atribut.
c. Tiap perpotongan antara baris dan kolom berisi atribut tunggal
d. Tiap baris dalam tabel harus dibedakan, sehingga tidak ada dua baris atau lebih dalam tabel
mempunyai nilai atribut yang sama secara keseluruhan.
Tabel yang memenuhi ketentuan ini disebut dengan tabel normal, jika belum maka dilakukan proses normalisasi.
Uji tabel yaitu pengujian tabel dengan menggunakan normalisasi. Normalisasi adalah pengorganisasian data untuk memenuhi kebutuhan pemakai. Untuk uji Normalisasi kami menyediakan sampai normalisasi ke-3.
Normalisasi ke-1
Syaratnya :
        Tidak boleh ada atribut yang sama
         Dalam satu field tidak boleh ada nilai ganda.
Solusi :
         Pisahkan atribut yang mempunyai nilai ganda

2 komentar: